PIAUD “20” Berwisata Di Farm House Lembang

 

Menuruni gunung tangkuban perahu, rombongan PIAUD UIN Jambi angkatan 2020 melalui jalan yang berkelok-kelok. Suasana jalan tampak ramai oleh kendaraan bus-bus pariwisata, Rabu, 18 Januari 2023. Para wisatawan lokal yang rata-rata berkunjung di daerah lembang cukup banyak dan ada juga beberapa turis asing. Rombongan mahasiswa dan dosen PIAUD UIN Jambi kali ini singgah di salah satu taman wisata “Farm House” berseberangan dengan wisata taman asia afrika yang masih berlokasi di daerah Lembang namun lebih dekat ke kota Bandung.

Lokasi yang strategis di ruas jalan utama Bandung – Lembang, ditambah banyaknya spot berfoto yang bagus, membuat Farmhouse Bandung langsung jadi tempat wisata di Bandung yang difavoritkan pengunjung. Sebagai salah satu tempat wisata lembang baru, Farm house Lembang mulai beroperasi sekitar tahun 2015. Tempat wisata di Bandung biasanya terbantu naik oleh medsos, terutama facebook dan instagram. Tampaknya tempat ini memaksimalkan banget hal ini.

Dengan desain atmosfer eropa, banyak spot unik yang pastinya bakal menarik untuk swafoto/selfie, dan di posting di media sosial. memang, Farmhouse Lembang sejauh ini menawarkan ‘wisata foto’ sebagai daya tarik utamanya. Mirip-mirip dengan Dago Dream Park, hanya berbeda konsep tempatnya saja.

Setiba di Farm House, para mahasiswa mendapatkan tiket terlebih dahulu yang mana tiket ini dapat ditukarkan dengan segelas minuman. Berbekal tiket dan kesabaran mengantri, akhirnya para mahasiswa mengenggam masing-masing minuman pilihan mereka.

Memasuki gerbang, ada 3 cabang jalan masuk dan para mahasiswa mengambil lajur kiri terlebih dahulu. Disini mereka melihat beberapa gembok yang tersusun berisikan tulisan mengenai perasaan kepada seseorang. Masuk ke dalam didapati beberapa bangunan dengan khas eropa dan kesempatan ini tidak disia-siakan para mahasiswa untuk kembali berpoto. Di Farm House pula disewakan baju-baju eropa, namun kocek yang dikeluarkan untuk menyewa baju eropa ini cukup mahal sekitaran kurang lebih 160 rb, terpaksa para mahasiswa tak satupun menyewa baju yang lumayan mahal ini. Mereka hanya melihat para wisatawan lain dengan baju eropa sewaan untuk berfose. Tak ada makan siang yang gratis kekeh mahasiswa sambil menghibur diri dan merasa sayang mengeluarkan uang yang cukup besar bagi seukuran mereka, kantong kita sudah tidak bersahabat lagi untuk menyewa barang sehelai baju eropa yang disajikan, ujar mahasiswa sambil memendam rasa yang tak kesampaian.

Menjorok ke dalam, para mahasiswa dihadirkan dengan berbagai macam tanaman beraneka warna dan ada pula beberapa hewan yang dipelihara di tempat ini untuk dapat dipoto bersama, dari burung, iguana bahkan domba.

Setelah puas berkeliling dan mengabadikan dengan ponselnya masing-masing, para mahasiswa kemudian menuju bus ke tempat makan siang yang juga ada di kawasan tersebut.

Untaian kalam atas keindahan alam yang bersahabat dengan senyuman, terukir dalam gambaran imajinasi hati yang riang.

-Miftahul Jannah S-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *