Dengan penuh perjuangan dan berdarah-darah, para emak dari mahasiswa PIAUD UIN Jambi angkatan 2020 menggunakan sisa-sisa tenaga dan fulusnya yang telah terobrak abrik dari rekening asalnya.
Rabu, 18 Januari 2023 mereka para mahasiswa yang didampingi para dosen tiba di kawasan alun-alun kota Bandung setelah menikmati dinginnya gunung tangkuban perahu di kawasan Lembang. Dari alun-alun, mereka berhenti sejenak, ada yang sekedar buang hajat dan ada pula yang sholat terlebih dahulu dikawasan masjid yang ada didepan alun-alun kota Bandung.
Dengan sisa-sisa semangat yang masih mengembara, rombongan emak-emak PIAUD berjalan kaki menuju pasar baru yang lumayan bagi ukuran orang yang tak pernah berolahraga dan cukup membuat betis bengkak bak atlit sepak bola. Di Pasar Baru yang berada tepat di jantungnya kota Bandung atau dikenal dengan kota kembang ini, emak-emak meluputkan kawasan gedung asia afrika tempat saksi sejarah perjuangan bangsa tempo dulu. Bagi emak-emak PIAUD, belanja mengalahkan segalanya termasuk masalah asmara sekalipun.

Mereka menuju lantai atas, untuk melihat pusat perbelanjaan yang kini telah modern mengikuti kemajuan jaman dan pasar baru Bandung persis seperti tanah abang yang ada di Jakarta. Meski tak seluas tanah abang, tapi lumayan menguras tenaga bila mesti harus disusuri tiap lantainya. Puas berbelanja pakaian, mereka akhirnya berbelanja oleh-oleh makanan khas Jawa Barat, yakni dodol disisi kiri bangunan Pasar Baru.
Bagi mahasiswa, belanja di pasar baru merupakan akhir dari segala perjuangan belanja yang telah dijalani, karena setelah ini para mak-mak akan pulang kembali ke Jambi. Tentu perjuangan dengan titik darah penghabisan ini tidak ingin dilewatkan begitu saja oleh mereka, meski harus menyisakan uang sekedar beranjak pulang ke rumah dari kampus nantinya ujar mereka sambil menahan senyum kecut.
Puas berbelanja dan diiringi rintik hujan yang tak bersahabat, mak-mak ini pulang ke bus. Mereka puas dengan bawaannya masing-masing tanpa menghiraukan perut yang sudah keroncongan, maklum hari telah mendekati senja dan mentari akan kembali keperaduannya dan sang bulan siap menyambut emak-emak dengan lentera pijarnya.
Bandung menyisakan cerita, kan dikenang sebagai catatan penghantar tidur panjang menjelang tiba di rumah makan.
-Miftahul Jannah S-