Selasa, 30 januari 2024 menjadi hari bersejarah bagi sang gadis bernama Mariana. Bak sinetron, perjuangan yang dilakukan gadis mungil ini penuh dengan tikungan-tikungan yang menghambat laju kemudi. Kisah Mariana memang penuh cerita pahit dan getir tak semanis seperti senyumnya yang terlalu terkembang bagai bunga terkena sang surya pagi hari. Begitulah, setiap orang menjalani dramanya masing-masing. Demikian Mariana yang hari ini mampu menyelesaikan perkuliahan yang ia lakoni selama 7 semester, bahkan mungkin mariana adalah orang terakhir yang mampu menyelesaikan studinya hanya 7 semester melengkapi teman-temannya terdahulu karena setelah bulan januari ini akan memasuki semester 8 pada februari nanti.
Mempertahankan skripsi berjudul “Pemahaman Orang Tua Dalam Memberi Bekal Makanan Di PAUD Sejahtera Desa Batin Kecamatan Bajubang Kabupaten Batanghari” tidaklah seperti membalikkan telapak tangan bagi gadis mungil ini. Beberapa kali bibirnya harus terasa kelu atas pertanyaan dan pernyataan yang menusuk dari para penguji yang diketuai oleh Dr. Ridwan, S.Psi.,M.Psi.,Psikolog membersamai penguji 1 dan 2, Drs. Nazari, M.Pd.I serta Husin,M.Pd.I. dengan sekretaris Boby Yasman Purnama, M.Pd.
Mariana sempat tertunduk menahan takutnya dari sergapan pertanyaan yang bertubi-tubi hingga seakan membuat jantungnya berhenti berdetak.

Ketika akan dibacakan pengumuman hasil sidang, kembali jantung Mariana berdetak tidak stabil, ia tampak memasrahkan segala hasil yang akan diterimanya. Dibenaknya, waktu seolah terasa lamban menambah rasa cemas yang terpupuk dikala menunggu hasil sidang. Dibacakan secara perlahan semakin membuat hati gadis mungil seakan semberawutan tak menentu, meski ia sendiri berdampingan dengan Ana Tasya sang kakak tingkat yang juga tampak gugup tak berbunyi suara dari mulutnya.
Akhirnya…..

Setelah dibacakan bahwa ia dinyatakan lulus dengan nilai hurup A dan yudisiunm cumlaude bersamaan pula dibacakan kelulusan Ana Tasya, seketika bagai cerita novel best seller mereka berpelukan erat, menangis satu sama lain…air mata itu jatuh tumpah ruah, seisi sidang bagai menonton sinetron kisah sedih plus ending yang bahagia seperti sering ditayang di Indosiar. Seiri ruang terharu terlebih Mariana dan Ana Tasya mengungkapkan rasa syukur atas bantuan orang-orang terdekat. Orang yang berjasa dalam perjalanan karir mereka, orang tua, keluarga dan teman. Tak lupa mengucapkan terima kasih pula kepada PRODI PIAUD dan para dosen atas bimbingannya selama ini.
Ridwan selaku ketua PRODI PIAUD yang akan segera melaksanakan serah terima jabatan kepada kaprodi yang baru dihari yang sama mengucapkan selamat kepada Mariana dan Ana Tasya atas keberhasilan yang diperoleh. Bahkan Ridwan berharap agar mereka dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi, gapailah cita-cita ananda berdua setinggi mungkin. Jangan pernah menyerah dengan segala rintang menghalang, ananda berdua adalah pilihan dan kesuksesan akan selalu menanti ananda pesan Ridwan kepada kedua anak didiknya ini.
-Riska Tamara-