Sejak tahun 2020, mahasiswa/mahasiswi PIAUD FTK UIN Jambi sudah mulai banyak menaruh keminatan dalam bidang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) karena pada dasarnya di PRODI PIAUD FTK UIN Jambi, dalam proses pembelajarannya para mahasiswa/i ini bukan hanya dibekali pengetahuan mengenai aspek perkembangan pada anak normal saja namun juga dibekali dengan kemampuan memahami anak berkebutuhan khusus atau juga sering disebut disabilitas. Diketahui, banyak sekolah saat ini menerima anak disabilitas dan bila mahasiswa/i kurang mengerti permasalahan atau potensi pada anak seperti ini tentu nanti mereka akan menjadi bingung cara memahami karakter serta penanganannya, padahal mereka juga nanti para mahasiswa/i akan mengajar dilembaga pendidikan yang bisa saja ada anak ABK nya.

Salah satu mahasiswi PIAUD, Apri Natasa dengan berani meneliti pada anak ABK yang mana iapun memiliki ketertarikan pada anak seperti ini.

Hasil penelitiannya tersebut kemudian diujikan pada sidang skripsi, jumat 25 januari 2024 dengan mengangkat tema “Coping Strategi Orang Tua Dalam Menghadapi Anak Autis Di Sekolah Luar Biasa (SLB) Prof.Dr.Sri Soedewi Maschun Sofwan, SH kota Jambi.
Dihadapan ketua sidang Dr. Siti Mariah Ulfah, M.Pd.I dan Fiqi Nurmanda Sari, M.Pd serta sekretaris Sapriya Utami, M.Pd, Apri Natasa menjelaskan temuannya di lapangan cara-cara orang tua mengatasi masalah anak autis dan juga solusinya. Penjelasan-penjelasan Apri Natasa tentu tidak dengan begitu saja diterima oleh para penguji sehingga pertanyaan bahkan kritikan mulai dilancarkan oleh para penguji. Sempat membuat nyali Apri Natasa ciut, tapi ia terus berusaha menjelaskan dengan apa yang ia temukan didampingi oleh dosen pembimbing Dr. Ridwan, S.Psi.,M.Psi.,Psikolog dan Achmad Fadlan, M.Pd.I. Pada akhirnya skripsi Apri Natasa dapat diterima dengan berbagai catatan.
Hasil sidang pun menyatakan Apri Natasa lulus dengan nilai hurup A serta Yudisium Cumlaude.
Saat mengungkapkan perasaan atas kelulusannya, disitulah tangis Apri Natasa pecah padahal sejak awal ia berusaha menunjukkan ketegarannya namun akhirnya bobol juga. Sambil terisak, Apri Natasa mengungkapkan terima kasih atas dukungan orang tua, keluarga, teman juga PRODI PIAUD tempat ia bernaung serta para dosen. Tanpa mereka semua, mungkin saya tidak akan jadi seperti ini ucap Apri Natasa terbata-bata. Semoga hasil penelitian ini memberi manfaat bagi saya khususnya dan PRODI tutup Apri Natasa perlahan.

Ridwan, selaku pembimbing sekaligus ketua PRODI PIAUD memberi ucapan selamat dan apresiasinya. Sudah banyak yang berusaha membedah sisi lain dari kehidupan anak berkebutuhan khusus dan Apri Natasa salah satunya. Ridwan yang juga pengajar ABK berharap Apri Natasa terus mendalami kehidupan ABK dan alumni kita juga telah banyak yang menjadi terapis ABK. Itulah gunanya kita belajar bukan pada anak normal saja tapi juga ABK. Pada anak didiknya ini, Ridwan mengucapkan selamat dan sukses ke Apri sambil memberi semangat kepada Apri Natasa.
-Riska Tamara-