Sebagai mahasiswa, tentu bukan perkara mudah menjalani hari-hari dalam menempuh pendidikan. Akan banyak tugas menjelma yang itu semua harus dituntaskan sesuai waktu yang telah ditentukan. Perkuliahan pun bukan hanya dalam bentuk teori semata, tetapi juga praktik kelapangan yang mesti dilakukan. Seabreg tugas dan praktik kemudian tidak lantas mebuat kita menyerah dengan segala beban yang ada dipundak. Itu semua wajib dilalui dengan hati yang ikhlas dan penuh kesadaran untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Hari ini, Jum’at 25 November 2022 merupakan hari yang membahagiakan bagi Suhadatun Nur dimana tepat pada hari ini, ia dapat menuntaskan masa perkuliahan dalam waktu yang singkat dengan hanya 7 semester. Pastinya ia telah melalui hari-hari yang berat hingga sampai ke detik dimana pada akhirnya berhak mendapat prediket sarjana.
Wanita asal Sarolangun yang memiliki hobi sebagai “model” dan sering tampil diberbagai event yang diselenggarakan PRODI PIAUD UIN Jambi melalui sanggar PIAUD “Contemporary Art” ini menunjukkan kepiawaiannya dalam menuntaskan pendidikan. Terbukti, ia mampu mempertahankan penelitian skripsinya di depan para penguji yang terdiri dari ketua Sunarto, M.Pd, Penguji 1 Fiqi Nurmanda Sari, M.Pd, Penguji 2 Amrindono, M.Pd.I dengan pembimbing 1 Ridwan, M.Psi., Psikolog dan Pembimbing 2 Husin, M.Pd.I serta sekretaris sidang Sapriya Utami, M.Pd.
Suhadatun Nur, di depan para penguji mengajukan penelitian skripsinya dengan judul “Pendidikan Karakter Pada Suku Anak Dalam Di Sekolah Rimba Sungai Terap Serengam Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun”. Pertanyaan-pertanyaan yang menusuk dari para penguji dapat dijawab dengan tenang oleh wanita dengan tubuh tinggi semampai ini. Tentu tak mudah menghindar dari pertanyaan maupun pernyataan dari para penguji akan hasil dari penelitian yang dibuat Suhadatun Nur, tegang sudah pasti ia rasakan. Namun, dengan sikapnya yang meski dihinggapi nervous tetap dapat menjelaskan permasalahan serta latar belakang masalah yang ia ajukan. Bahkan ia juga menjelaskan proses penelitian yang dijalankan dengan hasil yang didapatkan dipaparkan dengan baik oleh Suhadatun Nur.

Wanita yang bercita-cita ingin melanjutkan studi lanjutan ke S2 ini tampak haru dan terbata-bata dalam mengungkapkan perasaannya setelah dinyatakan lulus dengan nilai “A” serta Yudisum “Magna Cumlaude”. Ia menguraikan rasa bahagia dan terima kasih atas hasil yang diperoleh, tampak dengan suara yang masih terbata-bata serta menahan tangis agar air mata tak berderai dipipinya, Suhadatun Nur juga menungkapkan bagaimana perjuangan berliku dan penuh tantangan yang ia hadapi. Ketegarannya hampir runtuh dibalik mata yang berkaca-kaca, batinnya dipenuhi dengan rasa gundah gulana dengan beban yang dirasa berat untuk dipikul. Kini semua menjadi sirna, hanya kebahagian mengukir hari-harinya ke depan. Orang tua sebagai tempatnya mengadu dikala keterpurukan dalam jalan yang penuh lumpur, sahabatnya sebagai lentera di kala kegelapan menerpa, Allah SWT sebagai petunjuk arah dari langkah yang terkadang salah menjadi penguat dan obat bagi Suhadatun Nur untuk terus bangkit dari keterpurukan. Pengalaman menerpanya menjadi sosok yang dewasa, hingga mebuatnya mengucapkan syukur atas semua yang telah ia jalani, ini semua sesuatu yang beharga dan takkan pernah terlupa. Begitulah ungkapan Suhadatun Nur, dibalik seutas senyum dan dengn mata yang masih berusaha menahan tangis. Ia ingin tetap tampak tegar, meski mata tak lagi mampu menahan deraian air mata.

Selamat ya Kak Suhadatun Nur atas kelulusan sidang skripsinya, semoga kakak terus menjadi sosok yang menginspirasi bagi kami, adik-adik tingkatmu. Sejarah akan mencatat pencapaian kakak dan sukses untuk kakak ke depannya.
-Miftahul Jannah S-