PIAUD ‘20” di Heha Ocean View Yogyakarta

Usai sarapan di hotel tempat para mahasiswa PIAUD UIN Jambi angkatan 2020 menginap, Selasa, 17 Januari 2023, para mahasiswa tak lupa berdandan untuk melanjutkan wisatanya kembali ke Heha Ocean View. Wisata yang cukup jauh dari kota Yogyakarta, HeHa Ocean View terletak di tepi tebing pantai selatan Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tempat ini menawarkan area nongkrong dengan spot foto Instagramable berlatar belakang laut selatan yang indah. Selain berfoto dan bersantai menikmati suasana, pengunjung juga bisa menikmati beberapa jenis makanan dan minuman yang ditawarkan di sana.

Heha ocean view tidak serta merta dapat dijangkau oleh bus yang ditumpangi para mahasiswa dan dosen ini. Langkah mereka harus terhenti dan dilanjutkan dengan mobil angkutan umum yang tersedia di persimpangan menuju lokasi heha ocean dengan jalanan yang sempit. Rombongan sempat pula singgah untuk makan siang bersama yang diantar oleh mobil sewaan angkutan umum dengan kisaran harga 350 ribu.

Seusai makan dan sholat, rombongan kembali melanjutkan perjalanan. Lagi-lagi perjalanan harus terhenti karena untuk menuju bukit heha ocean view tak diperkenankan menggunakan kendaraan kecuali ojeg yang tersedia dengan biaya yang sangat murah seharga 5 ribu rupiah. Beberapa mahasiswa mencoba ojeg dari masyarakat setempat dan beberapa berjalan kaki karena sebenarnya lokasi ke puncak bukit sangat dekat.

Tiba di gerbang heha ocean view, rombongan terlebih dahulu menunggu tiket masuk dan secara bergiliran rombongan memasuki kawasan heha. Satu tiket bisa ditukar dengan minuman ataupun makanan berupa pop mie dengan harga diskon.

Ketika tiba diatas puncak, betapa terkejutnya para mahasiswa dengan pemandangan yang sangat luar biasa, hamparan laut dengan tebing yang indah tampak menyejukkan mata di bawah bukit, belum lagi fasilitas kolam renang, restoran dan spot poto yang sangat menarik serta ada juga balon terbang dengan merk heha ocean view. Sayangnya, cuaca sangat terik dan sebagian mahasiswa ngumpet ditempat-tempat teduh. Namun, banyak diantara mereka terus melalui cuaca yang menyengat untuk melihat keindahan pinggir laut serta turun melintasi jalan untuk mendapatkan view lebih dekat dan tak menghiraukan lagi muka yang memerah ditampar sang mentari dengan serangan panasnya yang menyengat bak api.

Beberapa titik spot disini disediakan berbayar dengan harga yang berbeda, tentu mahasiswa memanfaatkan untuk dapat berswa poto. Bagi mereka, ini merupakan momen langka dan entah kapan bisa kembali ketempat ini, sebuah surga dibalik perbukitan diabalut cuaca bak neraka, panas yang luar biasa, cukup untuk menghitamkan muka yang tadinya putih mulus bak putri.

Seusai menikmati pemandangan yang eksotik dengan peluh menerpa tubuh akibat sang surya yang sangat terik, akhirnya rombongan kembali keparkiran mobil angkutan umum yang telah disewa untuk melanjutkan kembali ke lokasi bus yang terparkir cukup jauh dipersimpangan jalan utama. Para mahasiswa kembali merasa lega berada di bus yang sejuk dengan hembusan AC yang menyapa.

Catatan di atas bukit dengan pemandangan surga tersembunyi meski panasnya sang surya yang tak bersahabat dengan teriknya yang menyapa.

-Miftahul Jannah S-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *