Penat tak pernah usai, meski kurang tidur para mahasiswa PIAUD UIN Jambi angkatan 2020 tetap menguatkan sisa-sisa semangat untuk terus melaju dan kali ini jejak kaki mereka pun melindas kota magelang dan mengarah ke salah satu pusat budaya terkenal seantero negeri serta mancanegara, apalagi kalau bukan ke candi Borobudur, candi nan bersejarah dan mengukir peristiwa dimasanya.

Setelah usai sarapan pagi, pukul 8 wib para rombongan mahasiswa bergegas menghampiri sang candi yang tak pernah beranjak dari tempatnya itu. Lebih kurang perjalanan 15 menit, candi borobudur yang berdiri kokoh disambangi oleh para mahasiswa bersama dosennya.
Tiba dipelataran parkir, satu demi satu turun dari bus melangkahi anak tangga dan bak tamu kehormatan para mahasiswa disambut oleh warga seputaran candi, sambutan ternyata dengan bekal yang dibawa oleh mbah-mbah, oh ternyata bukan untuk diberikan kepada para mahasiswa tapi untuk dijajakan dan dijual kepada mereka.
Gigihnya para mbah-mbah ini membuat hati para mahasiswa luluh lantak dan iba atas usahanya para mbah. Beberapa mahasiswa pun akhirnya larut dalam tawar menawar harga, beberapa mahasiswa karena baik hati dan tidak sombong membeli beberapa perkakas yang bisa mereka pakai dari si mbah terutama topi yang memang diperlukan ditengah teriknya matahari.
Setelah menunggu beberapa lama akhirnya para mahasiswa dapat memasuki gerbang utama borobudur setelah masing-masing mengantongi tiket seharga 50 rb rupiah.
Didalam kawasan candi borobudur, tak lupa para mahasiswa yang bak artis ini berpoto-poto dengan gayanya masing-masing dilatarbelakangi candi borobudur.
Puas mengitari borobudur dan berselfie, para mahasiswa turun melalui pintu keluar arah belakang candi.
Hamparan pemandangan tak berhenti ketika mahasiswa keluar dari candi. Ternyata arah keluar dipenuhi oleh taman dan beberapa museum
tersajikan, bahkan ada beberapa gajah tampak di sebuah taman layaknya kebun binatang. Berhenti sejenak, mahasiswa memperhatikan spesies yang berbeda jenis ini sedang makan yang diberikan oleh tuannya. Puas menyaksikan para gajah, mahasiswa kemudian meneruskan langkah.
Dengan perjalanan cukup panjang, akhirnya tibalah mereka di gerbang pintu keluar candi. Lagi-lagi mereka terkagetkan dengan ramainya para penjual pakaian dan mainan, bak pasar los (kalau di jambi) gank sempit yang dilalui para mahasiswa dipenuhi tokoh-tokoh pakaian. Lagi-lagi derap langkah mahasiswa terhenti tak tahan dengan godaan pakaian yang dijaja murah sepanjang jalan menuju area parkir. Tawar menawar terjadi di area perbelanjaan, dan beberapa kresek mahasiswa dipenuhi pula oleh-oleh. Godaan tak henti sampai disitu, menjelang naik ke bus pun, para penjaja ulet ini terus merayu-rayu mahasiswa agar membagi rezekinya untuk belanja oleh-oleh.
Uniknya, setelah mereka belanja, bisik-bisik diantara mereka pun santer di dalam bus. Tertawa, saling ejek pun terjadi karena masing-masing belanja oleh-oleh dengan harga yang berbeda-beda. Ada yang membeli pakaian dengan rasa bangganya menyatakan pakaian yang ia beli harga 100 rb mendapat 6 lembar pakaian, yang lain dengan 7 pakaian bahkan sontak yang membuat kaget ada yang mendapat 10 pakaian dengan uang lembar 100 rb, sontak seiisi bus tertawa karena ada yang menyesali dengan harga yang ia beli tidak sama dengan temannya.
Ya, begitulah wisata budaya dan wisata belanja sudah mahasiswa lalui hari ini, minggu 15 januari 2023 dengan segala kelucuan yang menyertai.
Catatan pojok candi borobudur, magelang, jawa tengah di tengah keramaian yang hening, coretan kecil dibalik jendela bus.
-Miftahul Jannah S-