Penyeberangan Selat Sunda “PIAUD 20”

Melewati kota dengan jalur darat bukanlah perkara mudah, letih pasti menyelimuti.
Beranjak dari kota Jambi, sekumpulan mahasiswa PRODI PIAUD bersama para dosen nya menyelusuri jalan panjang dengan bus pariwisata. Dari kota Jambi (13/01/2023) menuju kota Palembang pukul 3 sore dilalui dengan jalanan yang berliku dan beberapa tempat dipenuhi oleh lubang ditambah jalanan yang juga macet oleh hiruk pikuk truck yang berlalu lalang. Beberapa tumbang karena mabuk darat, beberapa lagi menghibur diri dengan lantunan suara mengikuti alunan musik karaoke dan sisanya menghabiskan waktu diperjalanan dengan bertidur ria menutup mata (tidur-tidur ayam), larut dalam hayalan akan kota jogya yang menjadi tujuan dan ada juga larut dengan lamunan dengan orang-orang yang ditinggalkan di Jambi dan yang lain menikmati perjalanan sambil melihat keluar jendela.
Hingga tengah malam, barulah memasuki kota Palembang dan dilanjutkan perjalanan melalui tol ke bakahuni (lampung). Melalui tol palembang-lampung tak seindah yang dibayangkan, tol yang masih penuh perbaikan juga adanya lubang disana sini membuat sang teman berkelakar, sepertinya ini tol “KW” sambil tertawa. Ya, tol ini sdh bertahun-tahun tapi sulit untuk merasakan kemulusan tol layaknya tol-tol yang ada di pulau jawa. Sepertinya tol ini belum menuntaskan soleknya dan masih harus di salon berkali-berkali.
Pagi yang cerah, sabtu (14/01/2023) tiba di area lampung dan rombongan sempat berhenti sejenak untuk sarapan, tak lupa sholat subuh, mandi plus gosok gigi biar kelihatan kinclong.

Agar tampil PD beberapa mahasiswa mulai merias wajah mereka yang seharian sebelumnya hancur lebur selama di bus. Dipermak sedemikian rupa dengan bedak dan wewangian tujuh rupa, tampak para mahasiswa sudah ok dengan wajah barunya.


Hingga akhirnya waktu menyeberang ke pulau jawa melalui kapal laut dari pelabuhan bakahuni ke pelabuhan merak. Selama di kapal, bak artis ibukota para mahasiswa berpoto dengan stylenya yang luar biasa, dilain sisi beberapa yang tadinya mabuk darat berlanjut menjadi mabuk laut namun tetap berupaya menikmati gemuruh angin dan hamparan pemandangan di tengah laut yang mempesona meski harus berpanas-panas ria. Entahlah, badan sakit, mabuk, kepala pusing dan mual berusaha mereka lawan karena pemandangan yang luar biasa seolah berada di kapal pesiar titanic.
Lelah, letih, sakit hilang sejenak dibawa oleh debiran ombak.
Catatan di tengah laut selat sunda (siang bolong yang terik).
-Miftahul Jannah S-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *