Berita

Di Bandung, PIAUD “22” Samperin Orchid Forest

Pagi ini, 16 desember 2023 dilokasi restauran grafiti, cikole-lembang tampak penuh oleh turis lokal yang berhenti untuk menikmati mandi dan sarapan pagi. Tak kalah, rombongan PIAUD angkatan

Amalia Gusmiarni Penuh Senyuman Mengakhiri Kuliah Di Semester 7

Amalia Gusmiarni atau biasa dipanggil Amalia berasal dari salah satu desa di kecamatan Singkut Kabupaten Sarolangun. Amalia memulai perantauan sejak awal perkuliahan di prodi PIAUD UIN Jambi Tahun 2020 dengan bermodalkan tekat yang kuat, dimana pada masa itu sedang terdampak virus covid 19 yang mengharuskan untuk berkuliah melalui daring. Hal

Asmaul Khusna Dari Candi Muaro Jambi Menuju Sarjana

Di ruang sidang munaqasah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan lantai 1 tampak ramai dikunjungi oleh para mahasiswa. Ya di ruang ini, kamis 11 januari 2024 berlangsung sidang atas nama Asmaul Khusna mahasiswa PIAUD angkatan 2020. Gadis berperawakan kecil, pada hari ini berupaya dengan segenap tenaga mempertahankan skripsinya yang berjudul “Meningkatkan Motorik

Teis Novita Gadis Kampung Batang Asai Yang selesai 7 Semester

Teis novita atau biasa dipanggil Teis adalah gadis kampung yang berasal dari ujung barat Jambi, tepatnya asal kecamatan batang asai. Kampung asal Teis cukup jauh dari kota Jambi, bahkan bisa menghabiskan uang yang lumayan banyak untuk sekedar pulang liburan ke kampung halamannya, yang diperkirakan ongkos kendaraan bisa menyamai ongkos pergi

Mahasiswa PIAUD “Sinta Nurya” Melanjutkan Tradisi 7 Semester Usai Kuliah

Awal tahun 2024 merupakan kebahagian tersendiri bagi seorang Sinta Nurya. Bagaimana tidak, di hari kamis, 04 Januari 2024, Sinta Nurya berhasil menyelesaikan studinya hanya 7 semester atau selama 3 tahun 5 bulan, tentunya sesuatu yang sangat diimpikan oleh seluruh mahasiswa selesai lebih cepat dari waktunya. Sinta Nurya memulai sidang skripsinya

Di Bandung, PIAUD “22” Samperin Orchid Forest

Pagi ini, 16 desember 2023 dilokasi restauran grafiti, cikole-lembang tampak penuh oleh turis lokal yang berhenti untuk menikmati mandi dan sarapan pagi. Tak kalah, rombongan PIAUD angkatan 2022 juga tiba setelah tidur panjang selama perjalanan Yogyakarta ke Bandung. Mereka berburu untuk dapat mandi dan bersaing agar mendapat tempat di bilik

Hani Cs mewakili PIAUD “22” Tampil Elegan Di Prambanan

Menjelang siang rombongan piaud angkatan 2022 tiba di candi terkenal di Indonesia, yakni candi prambanan, candi dengan bangunan yang eksotik bernuansa hitam setelah sebelumnya sarapan pagi di grafiti restoran Yogyakarta. Untuk membuat sesuatu yang berarti di candi prambanan, rombongan menyempatkan diri tampil dikerumunan plataran candi prambanan. Hani bersama rekan-rekannya mencoba

PIAUD “22” Melanjutkan Ke Heha Sky Yogyakarta, Panorama Dengan Beberapa Titik Spot Menarik

Setelah berpanas ria disisiran pantai kukup dan mesra yang diiringi gemuruh angin dan gelombang laut serta menyempatkan hidangan khas yang tersaji disebuah restoran seputar pantai, rombongan terus melanjutkan deru bus menuju tempat wisata berikutnya dengan meninggalkan jejak kaki yang akan diingat oleh para mahasiswi PIAUD angkatan 2022. Persinggahan berikutnya adalah

Malioboro, Jalan Kenangan Yang Dilalui PIAUD “22”

  Usai sudah perburuan objek wisata di gunung kidul, Yogyakarta. Kini, rombongan menuruni area perbukitan dari heha sky melewati bukit bintang menuju kota Yogya untuk beristirahat sejenak di sebuah hotel kawasan gajah mada. Setelah beberes mandi dan makan malam dengan nasi kotak yang disajikan, rombongan secara terpisah sesuai kelompoknya masing-masing

Mengitari Pantai Kukup dan Mesra Yogya Bersama PIAUD “22”

Perjalanan panjang dari kota malang dilalui para mahasiswi PIAUD angkatan 2022. Setelah makan malam di “Brawijaya” para mahasiswi disuguhkan beberapa makanan khas Malang yang kebetulan masih satu kawasan sehingga memudahkan bagi para pelancong untuk sekedar membeli buah tangan sebagai penanda pernah berada di kota Malang tentunya pula untuk berbagi bersama

Reva Rinda Puspita Sari, Sang Aktivis Menyelesaikan Kuliah Hanya 7 semester

  Sebagai aktivis yang malang melintang di kampus, tentu akan banyak menguras tenaga dan waktu yang kemungkinan pula akan menghambat proses penyelesaian studi tepat waktu. Namun, hal ini tidak berlaku bagi Reva Rinda Puspita Sari, justru ia mampu menyelesaikan studinya hanya disemester 7, tepatnya 3 tahun 4 bulan dan Reva