Reva Rinda Puspita Sari, Sang Aktivis Menyelesaikan Kuliah Hanya 7 semester

 

Sebagai aktivis yang malang melintang di kampus, tentu akan banyak menguras tenaga dan waktu yang kemungkinan pula akan menghambat proses penyelesaian studi tepat waktu. Namun, hal ini tidak berlaku bagi Reva Rinda Puspita Sari, justru ia mampu menyelesaikan studinya hanya disemester 7, tepatnya 3 tahun 4 bulan dan Reva sendiri merupakan lulusan pertama diangkatannya.
Ya, demikian Reva disapa sebagai mahasiswi PIAUD angkatan 2020 yang telah menyelesaikan ujian skripsinya berjudul “Partisipasi Orangtua Pada Pendidikan Anak Usia Dini di PAUD Pertiwi Desa Buluh Kasab Kecamatan Muaro Sebo Ulu Kabupaten Batanghari”.
Dihadapan para penguji, Drs. Nazari, M.Pd.I sebagai ketua sidang menggantikan Drs. Sunarto, M.Pd yang berhalangan hadir, penguji 1 dan 2 Dr. Siti Mariah Ulfah, M.Pd.I serta Atika Wirdasari, M.Pd dengan pembimbing skripsi Ridwan, M.Psi dan Indra Bangsawan, M.Pd, Reva mampu mempertahankan skripsinya dengan torehan nilai 87.75 (A) serta raihan IPK 3,99 dengan yudisium ‘cumlaude” kamis 14 desember 2023. Yang bertindak sebagai sekretaris, Boby Yasman Purnama, M.Pd.
Menurut Reva, ia merasa bersyukur atas raihan prestasi yang didapatnya, tentu ini berkat dukungan orang tua, keluarga, teman-teman dan para dosen yang telah memberi support kepada dirinya. Ketika ditanya apa kiat-kiat keberhasilan sehingga ia dapat menyelesaikan studi lebih cepat, Reva menyatakan adalah dengan membuat perencanaan yang baik, kebetulan saya mendapat pembimbing yang mudah untuk saya temui dan pembimbing saya pak Ridwan dan pak Indra memberi segala waktu dan tenaganya agar saya dapat segera menuntaskan perkuliahan ini sehingga semua terasa mudah. Disamping itu, Reva menambahkan ia juga ingin membuktikan seperti apa yang sering disampaikan oleh pak Ridwan, kalau berorganisasi itu justru membuat jalan penyelesaian perkuliahan kita lebih cepat dan bukan sebaliknya. Karena melalui organisasi kita ditempa untuk dapat mengatasi setiap permasalahan dengan bijak tutur Reva yang juga mantan ketua HMPS PIAUD UIN Jambi.
Reva juga memberi kiat untuk rekan-rekannya yang lain dimana jangan sering menunda-nunda karena itulah awal bencana yang bisa menghambat kita untuk melangkah. Kerjakan apa yang diminta oleh pembimbing dan perbaiki segera. Satu hal lagi menurut Reva, selesaikan pula syarat yang begitu banyak seperti toefl, toafle, IT dan sebagainya di awal-awal supaya tidak ada hambatan di prasyarat ketika kita ingin ujian skripsi.
Saat ditanya, apa keinginannya setelah selesai kuliah S1, dengan sigap Reva menjawab “ingin melanjutkan S2” tuturnya dengan semangat.


Sementara itu, Ridwan selaku pembimbing sekaligus Ketua Prodi PIAUD mengungkapkan rasa bangganya atas capaian yang diraih oleh Reva. Ini merupakan lulusan perdana, bukan di PIAUD saja tapi juga di fakultas Tarbiyah. Program akselarasi yang dicanangkan olehnya telah ia mulai sejak tahun 2020 di kala pertama kali ia menjabat ketua PRODI PIAUD. Meski banyak yang menentang dengan ide gilanya ini, namun ia tetap percaya dengan apa yang dilakukan dan terbukti sejak tahun 2020 pula hingga saat ini ia mampu meloloskan mahasiswanya kelar dalam 7 semester. Alhamdulillah, apa yang menjadi terobosannya ini, diikuti pula oleh Prodi yang lain. Sehingga menurut Ridwan, sekarang sudah menjadi hal yang biasa mahasiswa bisa selesai di semester 7. Bahkan kita ditahun 2022 berhasil menghantarkan 2 mahasiswa mengikuti wisuda di semester 7 yang mana sejak 1967 berdirinya Fakultas Tarbiyah ini belum pernah terjadi. Khusus Reva, ini menjadi hal yang luar biasa karena Reva adalah sang aktivis dan tradisi inilah yang ingin kita wariskan kepada para aktivis lainnya agar juga bisa seperti Reva tutupnya.

Tampak rasa haru usai Reva menyelesaikan studinya dan Reva mendapat ucapan selamat dari rekan-rekan kuliah maupun rekan-rekan aktivisnya.
-Tim PIAUD-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *