Ridwan Psikolog Menanggapi Tentang Maraknya Pemerkosaan Gadis Remaja

Adanya pemerkosaan terhadap dua anak di bawah umur oleh 13 orang laki-laki karena dipengaruhi alkohol dan obat-obatan terlarang di Jambi, ditanggapi psikolog.

Ridwan seorang psikolog mengatakan, individu yang dipengaruhi minuman keras akan mengurangi tingkat kesadarannya sehingga bisa melakukan apapun diluar kontrol egonya. 

Sementara itu, individu yang berkelompok memiliki kemampuan untuk saling mempengaruhi termasuk melakukan tindakan asusila terhadap wanita, terlebih bila mereka mengkomsumsi terlebih dahulu minuman keras sehingga akal sehat yang mengelola pikiran rasional tidak berjalan semestinya. 


Sedangkan perempuan, terutama anak baru gede rentan akan bujuk rayu dari para pria teman sebayanya maupun orang yang belum dikenal dan mudah diintimidasi untuk mengikuti kehendak para pria.

Akibatnya, mereka kurang menyadari bahaya yang akan menimpa mereka apalagi jika para wanita ini kurang mendapat pengetahuan yang tepat bagaimana untuk tidak mudah percaya dengan pria terutama bila dibawa kesatu tempat yang itu jauh dari keramaian.

Keinginan untuk dipuji dengan kata “cantik, manis, dan sebagainya” merupakan senjata yang ampuh bisa meluluhkan para wanita yang menginjak remaja.

“Akibat kelemahan ini, mereka kurang menyadari bahaya yang setiap saat bisa mengancam termasuk menjadi korban pemerkosaan oleh pria yang juga beranjak remaja dengan hormon seksual sedang menggapai puncaknya,” ujar Ridwan, Rabu(25/1/2023).

Ridwan menjelaskan, keberanian pelaku pria remaja tanggung ini juga tak terlepas dari ikatan kelompok serta kekuatan untuk saling mendukung meski harus melakukan pelanggaran hukum.

Sebab, mereka merasa tidak sendiri, sehingga resiko akibat yang akan ditimbulkan dari perilaku negatif mudah terabaikan oleh sang remaja.


Bercermin dari kemungkinan relasi pertemanan sang pelaku dan kelemahan dari para wanita remaja akan bujuk rayu, maka perlu peran orang tua dan lingkungan untuk mengingatkan para remaja dengan gejolak emosi yang labil terutama indikasi hormon seksual yang sedang mencapai puncaknya di usia remaja.

Pemahaman akan nilai-nilai agama tentang dosa akan perbuatan asusila perlu untuk terus ditanamkan serta menghindari kegiatan yang tidak bermanfaat bagi kalangan remaja sehingga dapat mencegah timbulnya hal serupa.

Bagi pelaku, perlu ada punishment atas tindakan yang mereka lakukan untuk menciptakan efek jera agar tidak mengulangi kembali perbuatan serta potensi untuk melakukan hal serupa.

Untuk gadis remaja, Ridwan juga berpesan agar dapat menjaga diri dengan baik dan tidak mudah termakan rayuan para lelaki meskipun itu adalah teman akrabnya, terlebih orang yang disukai oleh gadis remaja itu sendiri yang mudah membuat gadis remaja terperangkap atas nama cinta yang kemudian si gadis remaja akan menyesali apa yang telah dilakukan oleh teman prianya. Jangan mudah percaya dan hindari ketika diajak ke tempat-tempat sepi terutama bila di rumah dalam keadaan sendiri karena ini merupakan kesempatan bagi pria remaja untuk melakukan tindakan pemerkosaan baik dengan rayuan maupun ancaman. Lebih baik menghindar berpergian dengan para pria ketempat-tempat yang tidak jelas daripada nantinya cuma penyesalan yang didapatkan tutup Ridwan.

Artikel ini telah tayang di TribunJambi.com dengan judul Tanggapi Soal Pemerkosaan Anak Bawah Umur.

 

-Miftahul Jannah S-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *