Tak henti-henti tetes air mata menjatuhi pipi manis sang dara “Pitria Gustina”. Tetesan demi tetesan air mata mengoyak bagian kelopak mata hingga membanjiri deraian menyentuh bibir dara satu ini.
Kejadian ini terekam pada hari kamis, 18 januari 2024 dan menjadi sejarah tersendiri bagi Pitria Gustina. Bagaimana tidak, setelah berjibaku selama satu jam lebih menghadapi hamparan pertanyaan yang bertubi-tubi dari para penguji sidang skripsi, akhirnya ketegaran yang dibangun sejak awal luluh lantak ketika Pitria Gustina dinyatakan lulus ujian skripnya dengan nilai hurup “A” dan yudisium “cumlaude”.

Pertahanan yang dibangun sebenarnya hampir runtuh ketika ketua sidang Dr. Siti Mariah Ulfah, M.Pd.I serta penguji Husin, M.Pd.I dan Anisa, M.Pd.I. memberi pertanyaan yang menukik dan tajam, setajam silet. Perasan menjadi ketar ketir saat Pitria Gustina mencoba mempertahankan skripsinya yang berjudul “Membentuk Bahasa Anak Usia Dini Menggunakan Youtube Kids di Desa Sungai Rambai Kecamatan Senyerang Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi”. Bahkan, dosen pembimbing Ridwan, M.Psi.,Psikolog dan Sapriya Utami, M.Pd.I pun memasrahkan pada hasil sidang apapun keputusannya mereka siap menerima.
Setelah dinyatakan lulus, Pitria Gustina penuh isak mengungkapkan rasa terima kasihnya pada orang tua yang selalu mendampingi, teman yang tak lelah memberi semangat, Prodi dan dosen yang memberi arahan dan semua pihak yang berada di belakang layar.

Ridwan selaku ketua Prodi PIAUD dalam pesannya kepada Pitria Gustina memberi motivasi kepada anak didiknya ini. Tetaplah merunduk dan jangan pernah sombong meskipun ananda kini sudah menjadi sarjana, ingatlah jasa-jasa semua orang yang telah membantu. Ananda adalah orang yang aktif semasa kuliah, jangan padamkan kreativitas itu meski sudah sarjana. Ananda orang hebat, tetaplah memberi manfaat dimanapun ananda berada kelak tutur Ridwan.

-Tim PIAUD-