Salah seorang dosen muda PIAUD UIN Jambi tak pernah berhenti dalam memberi decak kagum bagi orang yang mengenalnya, tak henti memberi karya bagi orang sekitar, tak pernah pula berhenti menghasilkan ide-ide kreatif. Ya, siapa lagi kalau bukan Indra Bangsawan namanya. Dosen fenomenal dan gaul ini selalu menorehkan berbagai prestasi yang patut dibanggakan. Tak salah kiranya pria muda nan energik ini begitu dikenal luas dilingkungan kampusnya baik itu dari kalangan mahasiswa maupun dosen dan staf.
Sangat beruntung PRODI PIAUD UIN Jambi memiliki dosen seperti ini, disamping pandai berkarya, Indra Bangsawan juga memiliki jabatan mentereng di kampus sebagai sekretaris PRODI PPG yang satu tingkat dari level PRODI yang ada di S1.
Pada hari ini, kamis 24 november 2022 melalui aplikasi zoom, Indra Bangsawan kembali menampilkan performa terbaiknya, ia tampil mempresentasikan hasil penelitian yang ia lakukan bersama ketua PRODI PIAUD UIN Jambi, Ridwan pada “International Conference” Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Jambi. Indra mempresentasikan penelitiannya dalam bahasa inggris yang berjudul “Mother’s Perception Of Sex Education In Early Childhood” dengan diikuti para peserta dari berbagai provinsi. Menurut Indra Bangsawan pada pemaparannya dalam bahasa inggris bahwa pendidikan sex merupakan hal yang sebaiknya dilakukan kepada anak sejak usia dini, meski ada tantangan tersendiri di kalangan orang tua yang menganggap pendidikan sex adalah sesuatu yang tabu dibicarakan. Bahkan sering pula pemahaman yang keliru dari para orang tua yang seolah menganggap pendidikan sex itu merupakan bagian dari mengajarkan anak untuk berhubungan sex, inilah yang sebenarnya harus kita luruskan. Dalam sesi dialog dengan para peserta, Ridwan juga membenarkan pernyataan dari Indra Bangsawan, untuk itu pulalah kami di PRODI ikut turun ke lapangan bersama para dosen dan mahasiswa melakukan pengabdian memberikan pemahaman yang benar kepada guru, masyarakat dan orang tua tentang pendidikan sex itu sendiri kepada anak usia dini seperti bagaimana supaya dapat menjaga tubuhnya serta bersikap asertif terhadap kemungkinan terjadinya pelecehan sexual yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap diri sang anak seperti berteriak ataupun lari dari perlakuan yang tidak wajar yang ia terima serta berani melaporkan hal tersebut kepada pihak keluarganya.
-Miftahul Jannah S-