Radio Republik Indonesia (RRI) sebagai media plat merah yang menyajikan beberapa berita aktual tajam dan terpecaya menjadikan sumber informasi yang dapat diterima disegala lini lapisan masyarakat. Meski jaman terus berubah, namun RRI tetap eksis menyajikan berita melalui saluran udara. Tak terkecuali RRI Jambi yang juga turut serta memberitakan program-program pemerintah yang bermanfaat bagi masyarakat.
Disamping itu, RRI Jambi juga menghadirkan beberapa program kemasyarkatan termasuk didalamnya program pendidikan dengan menghadirkan beberapa nara sumber berkompeten di bidangnya. Kamis, 27 Desember 2022 bertempat di RRI Pro 1 kawasan telanai pura kota Jambi dilaksanakan “Dialog Jambi Hari Ini” dengan mengangkat topik “Tumbuhkan Rasa Cinta dan Bangga Pada Pahlawan Melalui Lomba Bercerita” dengan pembicara Prof. Dr. H. Mukhtar Latif, M.Pd dari Dewan Pendidikan Kota Jambi, Ridwan, S.Psi., M.Psi., Psikolog Ketua PRODI PIAUD UIN Jambi serta Tommy Harry Pandiangan, S.P Ketua Kampung DongengSeloko Jambi.

Dipandu oleh Tia Puspa Host dari RRI, kegiatan dialog menjadi hidup. Tia terlebih dahulu menanyakan kepada ke tiga pemateri berkaitan dengan kebermanfaatan mengenalkan kepada anak-anak mengenai pahlawan nasional. Dalam pandangannya, Mukhtar menanggapi dengan terlebih dahulu peningkatan kapasitas kecerdasan yang dimiliki oleh individu yang mana terdapat teori 8 multiple kecerdasan dari Howard Gardner, profesor pendidikan di Harvard University yang itu dapat ditingkatkan diantaranya : Kecerdasan Bahasa (Linguistic Intelligence), Kecerdasan Logika-Matematika (Logical-Matemathical Intelligence), Kecerdasan Spasial (Spatial Intelligence) ,Kecerdasan Kinestetik-Tubuh (Bodily-Kinesthetic Intelligence), Kecerdasan Musik (Musical Intelligent), Kecerdasan Interpersonal (Interpesonal Intelligence), Kecerdasan Intrapersonal (Intrapersonal Intelligence) ,Kecerdasan Spiritual (Existensial Intelligence) yang kesemuanya ini bermanfaat dalam tumbuh kembang anak. Melalui bercerita, Mukhtar mengungkapkan akan mampu mengangkat potensi kecerdasan anak yang dimaksud.
Sementara itu Ridwan yang juga sebagai Psikolog membeberkan pentingnya metode bercerita dalam melatih kepekaan emosi anak mengingat rentang usia anak yang masih bergejolak dengan emosi dari dalam dirinya. Ridwan yang mengangkat skema pendekatan teori emosi dari Daniel Golman yang menyatakan bahwa cerdas secara emosi merupakan kemampuan mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain. Dengan bercerita, anak akan dilatih serta dibawa bagaimana menempatkan emosinya secara wajar dan dapat diterima di tengah-tengah lingkungan. Hal-hal yang bermanfaat dapat diambil dari tokoh-tokoh pahlawan yang diperankan.
Tommy, selaku praktisi dongeng Jambi turut memberi pendapatnya dengan menyampaikan kalau bercerita itu merupakan bagian dari melatih kepekaan anak dalam mengembangkan kepercayaan dirinya serta bertindak kreatif dalam menyampaikan pesan melalui media alat peraga serta bagaimana anak mengekspresikan peran yang dimainkan. Tentu sejak dini diperkenalkan bagaimana mereka mengekspresikan diri dengan wajar maka akan semakin baik perkembangan anak terutama juga dalam kaitan mengenal sisi positif dari para pahlawan nasional kita.
Dialog terus berlanjut dengan pemaparan pentingnya memahami anak dari berbagai sudut dikaitkan dengan metode bercerita mengenai pahlawan nasional dan banyak hal yang didapat dari nara sumber mengenai metode bercerita ini yang menekankan pada kemampuan penjiwaan pada anak.
-Dewi Suta-
