DODI HARIANTO Dosen PIAUD NARSUM “Guru Penggerak”

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Guru Penggerak Provinsi Jambi. Salah satu komitmen dalam penerapan kurikulum merdeka, ialah dengan penerapan asesmen awal pembelajaran dan pembelajaran berdiferensiasi di setiap satuan pendidikan. Dalam Lokakarya 1 bulan Oktober 2022 bertempat di Sekolah Menengah Atas Xaverius Kota Jambi Provinsi Jambi, dalam Lokakarya tersebut banyak hal yang ditemukan narasumber dari kisah kisah yang diungkapkan para guru dalam hal asesmen awal dan pembelajaran beriferensiasi. Lokakarya penerapan asesmen awal pembelajaran dan pembelajaran berdiferensiasi dilaksanakan pada Jumat (28/10/2022) dan menghadirkan berbagai narasumber, salah satunya yaitu Dodi Harianto, M.Pd.I (Fasilitator Sekolah Penggerak/Dosen PIAUD FTK UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi)
Salah satu kisah guru yang narasumber dengar ialah kisah guru Kurnia illahi, S.Pd, guru TK Jai Nalanda Kota Jambi, Provinsi Jambi, adalah seorang guru muda yang melaksanakan asesmen awal dan pembelajaran terdiferensiasi. beliau menceritakan kisah seorang anak TK yang belum bisa menulis. Beliau mengungkapkan, ketika pembelajaran dimulai ia melihat seorang anak TK yang bengong alias tidak semangat dalam belajar, setelah ditanya, anak tersebut mengungkapkan pembelajarannya kurang menarik (media). Akhirnya ibu Kurnia mengetahui bahwa media yang digunakan tidak sesuai dengan minat dan kebutuhan anak /peserta didik di PAUD. Berdasarkan fakta inilah maka ibu Kurnia Illahi, S.Pd, berinisiasi untuk memetakan kemampuan peserta didik secara menyeluruh sehingga bisa memberikan pembelajaran yang sesuai dan tepat bagi peserta didik. Ia memberi contoh dari kajadian diatas dengan solusi membuat portofolio peserta didik dengan aplikasi Canva sehingga menjadi sangat menarik bagi peserta didik, juga membuat peserta didik gembira dalam pembelajaran melalui Canva.
Adapun yang dilakukan oleh Ibu Kurnia Illahi secara tidak langsung menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi meliputi membahas tentang (Konten/materi yang akan diajarkan),(Proses/cara mengajar), (Produk/luaran atau performa yang akan dihasilkan).
Konten (materi yang akan diajarkan).
Bagi peserta didik yang memerlukan bimbingan dapat mempelajari 3 (tiga) hal terpenting terkait materi, bagi siswa yang cukup mahir dapat mempelajari keseluruhan materi dan bagi peserta didik yang sudah sangat mahir dapat diberikan pengayaan
Proses (cara mengajarkan).
Proses pembelajaran dan bentuk pendampingan dapat didiferensiasi sesuai kesiapan peserta didik, bagi siswa yang membutuhkan bimbingan pendidik perlu mengajarkan secara langsung, bagi peserta didik yang cukup mahir dapat diawali dengan Modeling yang dikombinasi dengan kerja mandiri, praktik, dan peninjauan ulang (review), bagi peserta didik yang sangat mahir dapat diberikan beberapa pemantik untuk tugas mandiri kepada peserta didik yang sangat mahir.
Produk (luaran atau performa yang akan dihasilkan).
Diferensiasi pembelajaran juga dapat dilakukan melalui produk yang dihasilkan. Contohnya, bagi peserta didik yang memerlukan bimbingan bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai konten inti materi, sedangkan bagi peserta didik yang cukup mahir dapat membuat presentasi yang menjelaskan penyelesaian masalah sederhana, dan bagi peserta yang sangat mahir bisa membuat sebuah inovasi atau menelaah permasalahan yang lebih kompleks.
-Dewi Suta-
