Dari Kegiatan PIAUD Di Tribun “PEMUDA HARI INI SEPERTI APA?”

Pepatah mengatakan Pemuda hari ini adalah pemuda masa depan. Apakah itu benar? Ada yang menjawab “YA” ada yang menjawab dengan masih ragu ragu. Padahal sudah ada ikrar sumpah pemuda yang menggelegar pada saat 28 Oktober 1928 dan jika di hitung hingga saat ini sudah 94 tahun lama nya. Setiap tanggal 28 Oktober akan selalu ada peringatan-peringatan dalam rangka sumpah pemuda serta banyak player-player yang tersebar di media sosial.

Namun sebuah pertanyaan muncul “apakah pemuda hari ini sama dengan pemuda dahulu?” Dalam Talkshow yang di selenggarakan oleh Sangar Contemporary Art Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UIN Jambi yang berkalaborasi dengan Prodi Hukum Keluarga Islam dan Tribun Jambi mengangkat tema Sumpah Pemuda.

“Pemuda sekarang adalah pemimpin masa depan, selagi kita masih muda perbanyaklah mengisi diri dengan ilmu pengetahuan, berbagai wawasan dan juga karya” kata salah satu mahasiswa berprestasi UIN Sutha Jambi.

Perbedaan pemuda dahulu dengan pemuda sekarang sangat lah jauh dan sangat berbeda. “Pemuda dahulu jika berpergian kesuatu tempat harus naik angkot dulu dan bahkan mengirim pesan hanya menggunakan kotak pos atau telpon rumah jika pemuda sekarang sudah sangat di fasilitasi oleh zaman, ingin sesuatu hanya tinggal pesan Grab dengan menggunakan gatget nya. Maka terkadang ada yang bilang kaum muda sekarang kaum rebahan” ujar Ridwan salah satu pemateri Talkshow yang juga ketua prodi Pendidikan Islam anak usia dini di UIN Sutha jambi.

Kemudahan media sosial terkadang membuat kaum muda sekarang menjadi lalai, padahal seharus nya dengan fasilitas yang lengkap bisa di manfaatkan sebaik-baik nya, alih-alih memanfaat kan terkadang juga salah menggunakan. Akan tetapi tidak semua pemuda seperti itu masih banyak pemuda yang bisa eksis dengan karya nyatanya sehingga masih mempertahan kan statement bahwa pemuda adalah harapan bangsa. Diungkapkan kembali oleh Ridwan “Kelebihan Pemuda sekarang jika ia memunculkan suatu prestasi atau suatu karya akan banyak diketahui hal tersebut oleh khalayak ramai dengan kemudahan sosial media, kita perlu bersyukur juga akan ada nya media yang sangat dipakai saat ini” ujar nya.

Bicara eksistensi anak muda, kadang kala seperti dua sisi mata uang bisa bersifat positif namun ada pula bersifat negatif. Namun jika pemuda tersebut berada di jalur yang benar (On The Track) maka akan baik pula akhir nya. Terkadang dalam kehidupan ini ada potitif ada negatif seperti kontroversi sekarang, ada beberapa oknum pemuda yang menjadi alasan keresahan masyarakat seperti geng motor, balap liar dan lain nya.

Namun, semoga dengan semakin banyak pemuda yang tampil aktif dan selalu melakukan dan menyiarkan hal positif sehingga dapat mengaburkan kesan-kesan pemuda negatif, harap Ridwan.

 

-Dewi Suta-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *