Kolaborasi Prodi PIAUD FTK UIN STS Jambi dan Prodi PIAUD STAIN Sulthan Abdurrahman Kepri: Menggelar kegiatan edukatif melalui program visiting lecturer

Jambi, Kampus Reservasi Kebaikan dan Keunggulan – Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi bersama Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menggelar kegiatan edukatif melalui program visiting lecturer yang menggandeng dosen dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Jambi. Kegiatan yang mengangkat tema: “Perkembangan Bahasa dan Literasi Anak Usia Dini” ini, dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu, 16 Oktober 2024.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk Ketua Prodi PIAUD STAIN Kepri, Nadya Nela Rosa, M.Psi., Ketua Prodi PIAUD UIN Jambi, Dr. Dodi Harianto, M.Pd.I., serta dosen dan mahasiswa PIAUD dari kedua institusi. Sebagai narasumber utama, hadir Dr. Cut Purnamasari, M.Pd., dosen PIAUD STAIN Kepri, dan Fiqi Nurmanda Sari, M.Pd., dosen PIAUD UIN Jambi, yang keduanya berbagi wawasan tentang pentingnya perkembangan bahasa anak sejak usia dini.

Dalam sambutannya, Ketua Prodi PIAUD STAIN Kepri, Nadya Nela Rosa, M.Psi  menekankan pentingnya stimulasi yang tepat pada anak usia dini untuk mendukung perkembangan bahasa mereka. “Anak usia dini memerlukan rangsangan yang tepat agar kemampuan berbahasa mereka berkembang dengan optimal. Salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah ketergantungan pada gadget, yang dapat memengaruhi interaksi sosial dan perkembangan bahasa anak,” tuturnya. Hal yang senada dituturkan oleh Ketua Prodi PIAUD FTK UIN Jambi Dr. Dodi Harianto, M.Pd.I, bahwa perlu media dan lingkungan yang baik dalam proses pengembangan Bahasa anak.

Sementara itu, dalam presentasinya, Dr. Cut Purnamasari juga menekankan bahwa keterlambatan bicara atau speech delay pada anak dapat menjadi tanda awal gangguan perkembangan. Oleh karena itu, peran media yang sesuai sangat penting untuk membantu mengatasi tantangan ini. “Jika anak pada usia tiga tahun belum mampu berkomunikasi dengan baik, ini adalah tanda yang harus segera ditangani,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ibu Fiqi Nurmanda Sari,M.Pd menjelaskan pentingnya perkembangan bahasa anak usia dini sebagai bagian dari proses pertumbuhan mereka. Menurutnya, berbagai media dapat digunakan untuk menstimulasi dan memperkaya kemampuan bahasa anak, seperti buku cerita, boneka tangan, audio/video edukatif, serta permainan interaktif. Media-media ini mampu menarik minat anak, memfasilitasi pemahaman, serta mendorong eksplorasi bahasa.