Sapriya Utami Pada Mahasiswa PLP “Sudah Saatnya Pulang Nak”

 

Setiap “ada pertemuan” pasti pula diiringi dengan kata  “ada perpisahan”, entah itu oleh suatu hal, sebab musabab hingga kita harus berpisah. Meski raga engggan dengan kalimat perpisahan, namun itu semua memang harus dijalani dengan berbagai lika liku kehidupan.

Demikian halnya dengan para mahasiswa PLP dari PIAUD UIN Jambi yang ditugaskan mengabdi di salah satu Raudhatul Athfal (RA) desa sungai duren kabupaten Muaro Jambi. Para mahasiswa bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Sapriya Utami menjalani kegiatan pelepasan mahasiswa oleh RA Nurul Yaqin yang di lakukan Sabtu, 12 November 2022 oleh kepala RA, Suriyanti,S.Pd.I bersama guru dan siswanya.

Beberapa mahasiswa tampak enggan menjalani kegiatan ini, tampak raut sedih diantara mereka. Betapa tidak, mereka terlanjur dekat dengan para siswa, pun dengan para guru.  Sedih, meninggalkan tempat yang kami merasa betah dan menjadikan kami bagian dari keluarga mereka. Sedih melihat wajah anak-anak yang masih polos, kami menggambarkan mereka sebagai adik kami sendiri, tentu sedih yang tak tertahan berpisah dengan adik kami tutur mahasiswa dengan sedikit menahan tangis namun berupaya untuk tegar dengan kondisi dimana mereka harus pulang ke PRODI menjalani kembali utang mereka untuk menyelesaikan studi. Sedih harus berpisah dengan para guru yang sudah kami anggap orang tua kami sendiri. Perhatian mereka, kasih sayang mereka kepada kami seketika terhentikan oleh peredaran waktu.

Sapriya Utami mengomentari keadaan mahasiswanya dan sangat memahami kesedihan yang mendalam atas perpisahan yang tidak dikehendaki ini. Waktu dua bulan bagi mahasiswa tentu bukanlah waktu sebentar untuk mengenal satu sama lain, kedekatan mereka dengan para siswa tentu menjadi pukulan ketika raga yang bersatu ini mesti dipisahkan. Keakraban mereka dengan para guru, lebih dari sahabat dan sepenuhnya sekali lagi saya menyadari kondisi ini tutur Sapriya.

Ia menyampaikan kepada mahasiswanya, “Yuk kita pulang Nak, Saatnya kita pulang” dengan ungkapan yang sendu menghimbau kepada para mahasiswa. Tugas kita telah berakhir, adik-adik disini tentu akan merindukan Ananda semua seperti rindunya Ananda pada para siswa, doakhan mereka selalu diberikan kesehatan dan kesuksesan dan semoga kita dapat berjumpa dengan mereka lagi. Sapriya juga mengucapkan terima kasih kepada pihak RA atas kesempatan yang diberikan kepada mahasiswanya. Kepada Kepala RA, guru terima kasih atas kesabaran menghadapi mahasiswa kami, jikalau ada yang salah maafkanlah mereka dan saya mewakili PRODI juga meminta maaf dan undur diri tutup Ria dengan mata berkaca-kaca.

Sementara itu, Suriyanti selaku kepala RA juga mengungkapkan terima kasihnya kepada para mahasiswa PIAUD, jangan pernah bosan untuk kembali, maaf kami bila ada kekhilafan selama Ananda berada disini. Kami menyadari tak ada yang abadi, tapi yakinlah silaturrahmi kita tetap akan abadi.

Suasana semakin haru ketika mereka bersalam-salaman, beberapa mahasiswa menahan tangis seolah tak rela mesti meninggalkan RA yang membuat mereka ditempa dengan kasih sayang. Kami akan merindukan kalian semua.

Catatan kaki dibalik tangis dan rindu candaan anak-anak.

-Melly Audiah-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *